Categories
Default

Persentase Pemberikan Pakan Harian

Feeding Rate Terkait Feeding Rate (FR) atau persentase pemberian pakan harian, ditentukan tebakan SR (Survival Rate) atau daya hi dup udang yang ada di lapang. FR juga sa ngat tergantung data historis di tiap lokasi dan jenis pakan yang dipakai. “Ingat, alat mo nitor satu-satunya dalam penentuan feeding ratedan besaran pakan ha nya dari anco,” tegur pria yang memiliki da ta historis FR selama 7 tahun budidaya udang. Anco hanya boleh dicek oleh teknisi dan asistennya. Anco dikontrol dua kali dalam setiap jam pakan. Jam anco, serunya, sangat menentukan dalam penambahan dan pengurangan pakan. Pemilik tambak berkolam semen seluas 600-2.000 m2 itu menetapkan jam anco berdasarkan rerata bobot tubuh (average body weight–ABW). Yakni, jam anco 45-60 menit untuk 0,3% hingga ABW 6-7 g, 60-75 menit untuk 0,4% hingga ABW 7-10 g, dan 60-90 menit un tuk 0,5% ABW di atas 10 g sampai selesai.

Meski bukan segalanya bagi pertumbuhan udang, program manajemen pakan sangat menentukan dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Karena itulah perhitungan pakan harus tepat. Suryo menggunakan perhitungan konvensional buat menentukan FR. “Kesimpulannya, gain-nya tambak ini hanya dari SR. Semakin cepat nebak SR biasanya medianya akan semakin stabil karena kita mem berikan pakan secukupnya sesuai ADG (average daily gain, tambahan bobot rataan ha rian) yang dimau,” paparnya pada sarasehan petambak Shrimp Club Indonesia (SCI) Jabar-Banten beberapa waktu lalu. Untuk menebak SR, Suryo mem puasakan udang pada umur 25 hari. “Di an co saya hanya kasih 50 g dan harus habis total dalam 30 menit. Kalau nggak bisa 30 menit, besok saya puasakan lagi. Kalau puasa dua hari berarti saya sudah tidak boleh bermain pakan sampai ke SR 100%,” ulasnya. Dengan cara tersebut,ia bisa memperoleh rerata bobot 3,8-4,5 g pada pakan 20-25 kg dan bobot di atas 6 g pada 25-28 g pakan per 100 ribu benur.

Pengelolaan Media

Pengelolaan media harus seminimal mung kin memberikan dampak stres pada biota di dalam petakan. Pertumbuhan udang bukan hanya dari pakan ta pi media yang baik juga memberikan ADG yang stabil atau pertumbuhan optimal dengan pakan minimal. “Pengelolaan media itu minim sekali karena dalam 90 hari saya pakai air baru tidak lebih dari tinggi petakan. Kalau saya ngisi air petakan 120 cm, air barunya se lama 90 hari di bawah 120 cm. Sa ya cuma nam bahin aja,” tutur pengguna padat tebar 130-150 ekor/m2 yang meng ingatkan pe masukan air secara perlahan dan menggunakan air netral agar ti dak mengganggu biotatambak.

Selain media lebih seimbang, me tode pergantian air minimal juga menjadi pertahanan yang baik terhadap air baku laut yang makin rusak. Kemudian arus kincir harus dapat mengarahkan limbah menu ju sentral. Segera perbaiki kincir yang mati sebab akan signifikan mengubah arus, terutama arus sen tral. Suryo tidak menyaran kan penyifonan sangat bersih karena bisa me mutus siklus pakan bakteri. “Sifon dan buang sentral akan membuang pakan bak teri dan bakterinya dalam jumlah cu kup banyak karena arus yang sudah di buat menyentral. Kalau sumber makanan bakteri dibuangin terus, bagaimana bak teri menciptakan makanan plankton nya?” tandasnya. Terakhir, latihan penyelesaian masalah dengan sering bertanya ‘kenapa’ sampai tidak bisa menjawab. Hindari ‘benur’ seba gai jawaban pertama. Lakukan tukar pi kiran dengan banyak orang jika belum menemukan jawaban.