Categories
Default

Menggandeng Peternak, Menambah Populasi

Seiring pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 5,1%-5,3% tahun ini, konsumsi daging sapi pun akan tumbuh. Rochadi Tawaf, Dosen Universitas Padjadjaran yang juga Sekjen Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia menyebut, ”Tahun 2017 kita membutuhkan 3,96 juta ekor sapi siap potong atau setara 674.685 ton daging. Sementara, ketersediaan daging sapi dari produksi domestik diprediksi seki tar 2,6 juta ekor. Jadi, ada kekurangan se besar 1,36 juta ekor atau setara 231.200 ton daging yang akan diisi daging impor.” Sasmito Hadi Wibowo, Deputi Bidang Statistik Dis tribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik juga mengestimasi, tahun ini kekurangan jumlah sapi siap potong akan se makin banyak.

Meski tak bera ni menyebut angka, Sasmito khawatir bila tidak ada intervensi untuk meningkatkan populasi nasional. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kemen terian Pertanian I Ketut Diarmita mengakui, kemampuan produksi lokal dalam memenuhi kebutuhan daging sapi nasional hanya 67%. Sisanya harus ditambal dari impor. Karena itulah sejak Oktober 2016, pemerintah meminta partisipasi perusahaan penggemukan sapi (feedlot) untuk ikut berupaya meningkatkan populasi sapi potong nasional. Caranya, setiap kali mengimpor bakalan, mereka harus menyisihkan 20% porsinya untuk indukan atau 10% bila perusahaan menjalin kemitraan dengan peternak. Kemitraan pemeliharaan sapi indukan menjadi opsi yang menarik bagi pelaku usaha penggemukan. Di satu sisi, mereka membuktikan komitmennya mendukung program pemerintah untuk meningkatkan populasi dengan menggandeng peternak lokal. Dari kaca mata bisnis, kegiatan penggemukan bisa tetap berjalan dan bersama peternak mitra dapat memproduksi sapi bakalan serta memperbanyak induk sebagai mesin produksi di dalam negeri.

Di sisi lain yang tak kalah penting, perusahaan bisa memberdayakan peternak lokal dengan meningkatkan skala usaha mereka melalui pemeliharaan induk dan pedet yang intensif. Aktivitas pemeliharaan sapi peternak tak lagi sambilan melainkan benar-benar bisnis. Walhasil, pendapatan mereka diharapkan akan terdongkrak. Inilah yang dilaku kan PT Japfa Comfeed I n d o n e s i a Tbk. melalui anak usahanya, PT San tosa Agrindo (San tori), industri sapi potong ber lokasi di Tongas, Probolinggo, Jatim.